Minggu, 15 Juni 2014

Jika Saja Semua Ada

Sepi, sunyi, sendiri. Aku rasa tiga hal inilah yang melukiskan keadaan diriku. Menyendiri kujadikan hobi. Sunyi telah menjadi suasana dalam hati. Apapun yang kulakukan, aku tetap merasa sendiri.
Egois, keras kepala, kaku. Tiga hal inilah yang menggambarkan semua tingkahku. Sebegitu egoisnya aku. Hanya memikirkan apa yang baik untuk diriku. Tak peduli pada hati dan perasaan orang lain. Sebegitu kerasnya kepalaku. Menganggap semua hal yang dikatakan orang lain adalah salah. Aku, aku, dan hanya akulah yang benar. Sebegitu kakunya diriku tak mau mengubah semua pemikiran, tingkah, dan sifatku. Ini duniaku, pilihanku, hidupku. Segalanya serba aku.
Cinta? Aku tak mengenal cinta. Yang kutahu, cinta itu luka. Cinta itu buta. Aku tak suka cinta dan tak mau jatuh cinta. Aku takut jika nantinya cinta itu akan melukaiku. Merusak segalanya yang telah kubangun selama ini. Meruntuhkankan semua kerangka bangunan masa depanku dan menghancurkan semua pondasinya. Lagipula, aku adalah seseorang yang keras kepala dan kaku. Pantaskah aku mendapatkan cinta? Mampukah sebuah cinta itu mengikuti semua mauku?
Kawan? Aku tak punya. Tak ada seorang pun yang mampu mengerti akanku. Tak ada seorang pun yang mampu menerimaku. Aku adalah seseorang yang terbuang. Hilang dihempaskan lautan dan tenggelam di samudra yang dalam. Lagipula, aku adalah orang yang sangat egois. Pantaskah aku untuk dijadikan seorang kawan?
Lawan? Aku pun tak memilikinya. Tak ada orang yang kubenci. Tak ada orang yang tak kusuka. Tak ada orang yang membenciku. Tak ada orang yang mempedulikanku. Aku tak ada. Itulah anggapan manusia-manusia itu. Aku hanyalah sebuah bayangan yang sepintas lewat dihadapan mereka. Tanpa senyuman tanpa sapa. Bahkan aku tak yakin adakah orang disana yang mengenalku?
Duniaku kelabu. Pilihanku keliru. Hidupku tak menentu. Aku hanyalah seorang diri. Akulah diri yang penuh misteri. Akulah pemilik hati yang telah mati.
Aku tak butuh belas kasihan. Aku hanya butuh seorang kawan. Yang mampu mengerti akan diriku. Yang mau menerimaku bagaimanapun diriku. Aku hanya butuh seorang kawan yang tak akan pernah menjadi lawan. Aku menginginkan kehadiran dari kawan yang benar-benar akan menjadi sosok kawan sepanjang hidupku.
Aku tak butuh rasa iba. Aku hanya butuh cinta. Cinta dari sosok yang istimewa. Mampu menyayangiku tanpa memberikan luka. Memimpikanku di setiap tidurnya. Menerimaku apa adanya. Aku menginginkan sosok malaikat itu selalu ada untukku.
Jika saja semua inginku terpenuhi. Sepi, sunyi, sendiri, mungkin kan tiada lagi. Egois, keras kepala, kaku, semua akan kubuang jauh-jauh. Aku akan menjadi sosok kawan yang tak akan pernah menjadi lawan. Aku akan menjadi cinta yang selalu ada jika dia meminta. Aku akan menjadi sosok yang berbeda. Jika saja semua ada..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Selamat datang, Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa follow blog ini ya :)