Minggu, 30 Desember 2012

Heran

Aku mengatakan seolah-olah segalanya sempurna. Seolah-olah segalanya berjalan lancar sesuai apa yang aku rencanakan sebelumnya. Padahal tak semua seperti itu. Tak semua pihak mendukungku. Tak semua orang bahagia dan senang atas apa yang telah aku raih, dan apa yang aku lakukan. Bahkan mereka. Orang terdekatku sendiri tak mendukung apa yang kuinginkan.
Aku berkata pada semua orang seolah-olah mereka sempurna. Mereka orang-orang terdekat yang benar-benar baik. Nyatanya? Tidak. Sedikitpun tidak.
Aku hanya membuat mereka tampak baik, bahkan nyaris sempurna dihadapan orang lain. Itu yang aku lakukan. Tak berharap mereka melakukan hal yang sama untukku. Ikhlas. Benar-benar ikhlas.
Tapi, perlahan-lahan kubiarkan, ternyata mereka melakukan suatu hal yang berbanding terbalik dengan apa yang aku lakukan untuk mereka. Mereka justru membuat buruk diriku. Membuatku jatuh dan terpandang hina dihadapan banyak orang. Mereka tersenyum diatas kesedihanku. Mereka tertawa diatas tangisanku.
Heran. Cukup heran.

Senin, 24 Desember 2012

Untitled

Ini hidupku. Aku tak perlu seseorang untuk mengaturnya. Aku tak perlu seseorang untuk memilih apapun yang bukan inginku. Terlebih lagi kau.
Kau bukanlah siapa-siapa. Kau hanya manusia. Sama seperti lainnya. Kau hanyalah satu dari sekian juta manusia yang hadir di dalam hidupku. Dan kau juga satu dari sekian banyak manusia yang hendak mengaturku. Memaksaku memilih jalan yang tak kuinginkan. Memaksaku melakukan hal yang bukan inginku. Menuntutku menjadi seseorang yang mereka mau tanpa memperhatikan hati dan perasaanku.
Tidakkah kau lihat aku bahagia hidup seperti ini? Hidup dengan melakukan apapun yang aku mau. Melakukan apapun inginku. Dan tak perlu jadi seseorang seperti yang kalian inginkan. Aku ingin hidup bebas, lepas. Tanpa perlu melakukan apa yang kau mau ataupun yang mereka mau.
Bukankah aku tak mengganggu hidupmu? Bukankah aku tak mengatur hidupmu? Bukankah aku tak peduli apapun yang kau lakukan? Bukankah aku membiarkanmu hidup seperti yang kau mau dan melakukan apapun yang kau inginkan? Bukankah kau juga hidup dalam kebebasan? Dan kau menikmati itu bukan? 
Mengapa kau tak membiarkanku hidup dalam sebuah kebebasan seperti yang kau jalani sekarang? Mengapa kau harus mengusik hidupku dengan memintaku melakukan apa yang kau mau dan memaksaku melakukan apa yang kau mau?
Egois? Kau sangka aku egois? Ayah dan Ibuku pun tak pernah memaksaku melakukan apa yang mereka mau. Mereka tak pernah memaksaku menjadi seseorang yang benar-benar sempurna. Mereka mengerti akan diriku. Mereka melepaskanku, membiarkanku melakukan apapun yang aku mau dan menjadi diriku sendiri. Asalkan apa yang kulakukan tak mengusik kehidupan orang lain. Mereka mengerti akan itu. Mengapa kau tidak?
Jika saja kau pergi dari hidupku, aku yakin aku bahagia. Aku merasa lepas dan bebas tanpa perlu memikirkan dirimu yang selalu mencoba mengusikku dan memaksaku melakukan yang kau fikir terbaik untukku. Kau tahu? Aku mengerti apa yang terbaik untukku dan hidupku. Jadi kuminta. Pergilah dan jangan kembali.

Senin, 17 Desember 2012

Janjiku..

Disini, di dalam hatiku..
Beribu kata ingin kuucapkan padamu..
Dalam pikiranku..
Berpuluh-puluh sajak ingin kupersembahkan untukmu..
Hanya untukmu..
Ingin rasanya aku mengungkapkan apa yang ada dihatiku..

Hari itu..
Kau dan aku berjalan menyusuri jalan ini..
Saat itu kuingin mengungkapkan segalanya padamu..
Namun semua itu tak terjadi saat kata kata bagai pisau itu terucap dari bibirmu yang manis itu..
Kau berucap bahwa kau mencintai dia..
Seseorang yang baru saja datang dan membuat hidupmu lebih berwarna..
Saat itulah aku menyadari..
Hatimu bukan untukku...
Dan aku tak pantas memilikimu..
Kau terlalu indah bagiku..
Dan aku terlalu hina bagimu..
Tak ada yang bisa kulakukan lagi..
Aku hanya bisa meratapi nasibku yang tak pernah dan tak akan bisa bersanding denganmu..

Aku telah berani mencintaimu..
Dan aku pun tlah siap menerima luka yang sudah pasti kan kurasakan..
Tak ada dendam untukmu..
Sedikitpun tak ada..
Aku hanya bisa berdoa semoga kau bisa bahagia bersamanya..
Dan jangan pernah kau lupakan aku..
Karena aku kan selalu ada untukmu..
Saat kau senang.. Saat kau sedih..
Disini ada aku yang akan mendengar semua keluh kesahmu..
Disini ada aku yang akan membuatmu tersenyum saat kau sedih..
Ingatlah janjiku itu..

Minggu, 16 Desember 2012

Pohon Kenangan

Langit tak begitu cerah..
Aku bersandar di bawah pohon ini..
Sebuah pohon yang sejuk dan rindang..
Sebuah pohon indah yang penuh kenangan..
Ditemani angin yang membuat daun-daun itu seperti menari..

Aku terdiam dan tersenyum..
Ku teringat semua yang pernah kulakukan disini..
Tertawa dan bersenda gurau..
Semuanya pernah kulakukan disini..
Hanya saja kini tampak berbeda..
Dahulu semuanya kulakukan tak sendiri..
Dahulu semua kulakukan bersamamu..
Berdua..
Namun itu dahulu..
Kini, mungkin kau tlah lupa akan hal itu..
Karena kau tlah bahagia bersamanya disisimu..
Tak seperti diriku yang hanya bisa berharap..
Melihat senyummu yang indah itu..
Bersenda gurau dan tertawa disini..
Di tempat ini..
Di bawah sebuah pohon kenangan yang tak mudah tuk kulupakan..
Masa masa indah, bersamamu..

Minggu, 09 Desember 2012

Tangisan Lirih Dari Hati yang Terluka

Aku, aku, aku..
Mengapa semuanya harus aku?
Mengapa semuanya adalah salahku?
Mengapa semuanya harus aku yang meminta maaf?
Mengapa harus aku yang selalu merasa menyesal?

Andai saja kau tahu..
Aku lelah seperti ini selalu..
Kata demi kata yang kuucap, tampak salah dimatamu..
Bait demi bait yang kubuat, tampak hina dihadapanmu..
Syair syair manis untukmu, tak kau hiraukan sedikit pun..
Dimanakah hatimu?
Akankah nuranimu bergejolak dan menuntunmu kepadaku?
Akankah nuranimu kan menyadarkanmu akan diriku?

Aku lelah meyakinkanmu..
Karena kau tak pernah menghiraukanku..
Kau tak pernah menganggapku ada disitu, disampingmu...
Kau tak pernah merasakan rasa kasih sayangku..

Akulah seseorang yang selalu berusaha mengukir senyuman indah di wajahmu..
Akulah seseorang yang selalu berusaha membuatmu bahagia..
Akulah seseorang yang selalu berusaha menghapus setiap tetesan air matamu..
Akulah orang itu...

Namun kau tak mengerti akanku..
Kau selalu menganggapku hanya pengganggu..
Kau anggap diriku bagaikan hama yang mengganggu..
Kau anggap hadirku bagaikan sampah yang tak berguna..

Kumohon, dengarlah jeritan lirih hatiku..
Dengarlah tangisan ini..
Tangisan sebuah hati yang terluka..
Hati yang sakit karenamu..
Hati yang akan mati bila kau terus seperti itu..
Dengarlah...
Jangan kau tutup lubang telingamu itu..
Jangan kau abaikan tangisan sedihku..
Dan jangan kau tutup pintu hatimu, untukku....

Sabtu, 08 Desember 2012

Hilang

Pagi yang cerah..
Hari-hari sebelumnya kuawali hari ini dengan sebuah senyuman..
Namun kali ini tidak..
Pagi ini, tetes demi tetes air mata jatuh membasahi pipiku..
Sebuah pisau tajam terasa menusuk jiwaku..
Hilang.. Aku merasa hilang dan tak tahu harus melangkah kemana..

Jumat, 07 Desember 2012

IMY ♥

Hai kau yang disana. Bagaimana kabarmu?
Jujur saja aku merindukanmu.
Memang baru beberapa waktu saja kita tak bertemu, namun entahlah rasanya aku sudah amat sangat merindukanmu.
Tanpamu semua ini terasa hampa. Seperti ada sesuatu yang hilang entah kemana..
Aku menanti kehadiranmu di sini, di sisiku lagi...
Seperti hari-hari sebelumnya..

Kamis, 06 Desember 2012

Untukmu ツ


Kamu. Ya kamu.
Seseorang yang sebenarnya telah lama hadir di hidupku, tanpa kau sadari.
Seseorang yang sebenarnya telah lama menghiasi hari-hariku, tanpa sadarmu pula.
Seseorang yang sebenarnya telah menjadi semangatku, inspirasiku, sejak lama.
Memang belum cukup lama kau baru saja sadar dan mengerti bahwa disini ada sesosok gadis yang sewajarnya.
Seorang gadis yang tak punya apa-apa untuk dibanggakan.
Seorang gadis yang tak lebih baik dari gadis-gadis yang lain.
Seorang gadis yang secara diam-diam selalu memandangmu, memperhatikanmu dari jarak yang cukup jauh.
Seorang gadis yang akan tersenyum di saat kau bahagia, khawatir di saat kau luka, dan menderita di saat kau menangis, meskipun gadis ini tak menunjukkannya kepadamu.
Ya, gadis itu, aku.
Aku tak punya apapun untuk dibanggakan.
Aku hanya seorang gadis, sama seperti yang lainnya.
Aku yang sejak lama memperhatikanmu, mengkhawatirkanmu, menyayangimu, dari sini.
Dari jarak yang cukup jauh, karena memang aku tak mampu mengungkapkan perasaan sayangku padamu.

Dulu aku merasa aku tak pantas untukmu.
Dulu aku merasa bahwa kau terlalu indah untukku.
Dulu aku merasa menggapaimu hanyalah mimpi yang akan terus menjadi mimpi.
Mimpi yang tak akan pernah kuraih.
Mimpi yang abadi..
Namun kini, semuanya sirna.
Kini kau tlah disini. Kini kau tlah disisiku. Kini kau tlah berada di sampingku.
Kini kau yang selalu ada disaat aku membutuhkanmu.
Dan kini hanya kau yang mampu mengerti semua tentang diriku.

Kau mampu menghadirkan sebuah senyuman manis di wajahku, saat aku sedang merasa susah dan sedih..
Kau mampu menghapus air mataku dan menggantinya dengan sebuah tawa bahagia..
Kau mampu meredamkan semua amarahku dan menggantikannya dengan canda tawa..
Kau mampu membuatku merasa aman dan nyaman saat berada di dekatmu..

Kau adalah kakak yang selalu membantuku saat aku dalam kesulitan..
Kau adalah sahabat yang selalu mendengar keluh kesahku..
Kau mampu membuatku merasa bahwa didekatmu, aku akan tenang.
Kau mampu membuatku merasa bahwa didekatmu, aku pasti bahagia.
Kau mampu membuatku merasa bahwa didekatmu, segala rasa sedihku akan hilang entah pergi kemana..
Kau yang membuatku mampu menjalani hidup...
Asalkan denganmu aku mampu menghadapi segala rintangan yang ada di hidupku..
Karena kaulah semangatku ツ

Rabu, 05 Desember 2012

Tak Ada Lagi "Kita"

Aku dan kamu. Ya. Tak ada lagi kata "kita".
Aku dan kamu tlah berpisah dan tak bersama lagi.
Bahkan kini, aku dan kamu tlah menjalani kehidupan sendiri. Secara masing-masing.
Aku menganggapmu tak pernah ada, dan mungkin kau pun menganggapku juga begitu.
Memang pada awalnya berat untuk melepasmu.
Memang pada awalnya sangat sakit rasanya saat melihat dirimu bersanding dengan wanita lain, tepat di depan mataku. Meskipun aku tahu dia bukan siapa-siapamu.
Entahlah apa yang ku rasakan sama dengan apa yang kau rasakan saat kau melihat seorang lelaki yang memang menurutku lebih baik darimu sedang berada di sampingku, mendampingiku dan selalu ada saat aku membutuhkannya.
Entahlah aku tak tahu bagaimana perasaanmu saat melihatku dengan dia. Apakah kau juga terluka? Atau mungkin kau tak merasakan luka sedikitpun, arena kau memang sudah tak peduli dengan arti "kita" yang pernah kita banggakan dulu? Entahlah.

Namun perlu kukatakan lagi, itu tadi hanya PADA AWALNYA.
Kini? Tentu saja sudah berbeda.
Aku tak perlu lagi memikirkan dirimu. Kamu? tentu saja tak perlu memikirkanku.
Disini aku telah menemukan seseorang yang bisa menggantikan sosok dirimu dan memang selalu ada saataku memerlukan dirinya.
Dirimu juga telah mendapatkan sosok pengganti diriku disana.
Kini tak kan ada lagi kata "kita". Yang ada hanya "aku dan dia" serta "dirimu dan dirinya"

Cukuplah kita menjadi sahabat. Tak perlu sahabat dekat. Setidaknya aku dan kamu saling mengetahui keadaan masing-masing dan tentu saja menjalani hidup dan kisah masing-masing tanpa ada pertengkaran dan peselisihan di antara aku dan kamu. Karena memang  aku dan kamu sudah tak berhak dan tak pantas membicarakan dan mengingat lagi apa yang pernah terjadi di antara aku dan kamu dahulu. Itu sudah masa lalu, yang memang benar-benar akan berlalu...
Selamat datang, Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa follow blog ini ya :)