Selasa, 20 Desember 2011

Sial yang Berturut-turut

Assalamualaikum wr.wb.
Saya mau cerita tentang hari ini. Jadi, tadi saya mengikuti try out matematika di sekolah. Alhamdulillah lancar. Setelah pulang try out, saya menuju ke rumah sahabat saya, Niar bersama dengan Ayu, Hidayah, dan Linggam. Sementara si Billa atau yang biasa dipanggil Bella datang menyusul karena ada keperluan sebentar, dan Intan gak ikut karena dia sakit. Kami ke rumah Niar bertujuan untuk meminta makan. Eh, salah. Kami mau latihan untuk pentas seni. Disana amat sangat seru buanget nemen sekali *apasih lebay. Di sana, kami bercanda dan menghabiskan makanan di rumah Niar *ampun ni :p
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 1 lebih dikit, akhirnya kami pun berangkat menuju RMS di daerah Betek untuk ngeband. Eh, yang ngeband Niar sama Billa sih. Aku, Ayu, sama Linggam naik angkot ADL di depan RMS. Dan Hidayah nunggu dijemput di RMS. Jadi kami gak ikut ngeband. Hehehe..
Waktu sampai di De Liv, Linggam pun turun dari angkot. Tinggallah saya dan Ayu berdua yang memang mau ke Senaputra. 
Sampainya di Senaputra, saya dan Ayu pun turun dari angkot dan lari hujan-hujanan dari perempatan splendid sampai masuk ke Senaputra. Ketika sampai, sialnya orang yang mau kami ajak bertemu sedang tidak ada di lokasi dan tidak bisa datang di lokasi. Akhirnya kami pun balik ke perempatan Splendid.
Saya naik angkot kembali ke sekolah untuk dijemput sedangkan Ayu naik angkot pulang. Dan itu sudah dalam keadaan basah kuyup.
Ketika turun dari angkot, masih dalam keadaan hujan, saya pun jalan sendirian dari De Liv menuju sekolah tanpa payung dan basah kuyup. Sesampainya di Lawu, ada anak-anak basket. Saya mencari-cari seseorang, dan ternyata dia sudah pulang. Astagaaa... eman sumpah. Wes hujan-hujan, ternyata gak ketemu lagi :3
Setelah itu saya mencoba menghubungi orangtua saya untuk meminta dijemput. Dan ternyataaaaaaa... orangtua saya tidak ada yang bisa menjemput. Sumpah sial. Akhirnya saya menunggu hujan agak reda dan pulang sendiri dengan menaiki angkot.
Sesampainya di depan gang rumah saya, saya turun dari angkot. Seketika itu juga, hujan turun deras lagi. Alamaaaak sudah basah tambah basah pula. Larilah saya masuk gang dan menuju rumah saya. Akhirnyaaa sampai. Alhamdulillah..
Tak lama kemudian, mama saya mengetahui bahwa saya pulang dalm keadaan basah kuyup dan baju yang keluar semua. Mama pun menyuruh saya untuk mencuci pakaian itu sendirian. Karena memang besok baju ini dipakai lagi. Okelah, baru pulang langsung nyuci. Hadeeeeh.
Setelah selesai mencuci dan menjemur baju tadi, saya pun mandi. Selesai mandi, saya melihat setumpuk piring kotor yang 'WOW' sudah numpuk buuuuaaannyyyaaak. Berhubung mama saya agak gak enak badan, saya cuci dah tuh piring-piring. Kemudian, saya pun duduk. Karena amat sangat capek banget nemen sekali.
Dan pada malam harinya, terasa sudah pegal-pegal di pundak dan pusing yang amat sangat di kepala disertai suhu tubuh saya yang panas. Saya sakit.
Sekian cerita yang gak penting sekali. Dan terima kasih sudah membaca.
Wassalamualaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang, Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa follow blog ini ya :)