Selasa, 20 Desember 2011

Sial yang Berturut-turut

Assalamualaikum wr.wb.
Saya mau cerita tentang hari ini. Jadi, tadi saya mengikuti try out matematika di sekolah. Alhamdulillah lancar. Setelah pulang try out, saya menuju ke rumah sahabat saya, Niar bersama dengan Ayu, Hidayah, dan Linggam. Sementara si Billa atau yang biasa dipanggil Bella datang menyusul karena ada keperluan sebentar, dan Intan gak ikut karena dia sakit. Kami ke rumah Niar bertujuan untuk meminta makan. Eh, salah. Kami mau latihan untuk pentas seni. Disana amat sangat seru buanget nemen sekali *apasih lebay. Di sana, kami bercanda dan menghabiskan makanan di rumah Niar *ampun ni :p
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 1 lebih dikit, akhirnya kami pun berangkat menuju RMS di daerah Betek untuk ngeband. Eh, yang ngeband Niar sama Billa sih. Aku, Ayu, sama Linggam naik angkot ADL di depan RMS. Dan Hidayah nunggu dijemput di RMS. Jadi kami gak ikut ngeband. Hehehe..
Waktu sampai di De Liv, Linggam pun turun dari angkot. Tinggallah saya dan Ayu berdua yang memang mau ke Senaputra. 
Sampainya di Senaputra, saya dan Ayu pun turun dari angkot dan lari hujan-hujanan dari perempatan splendid sampai masuk ke Senaputra. Ketika sampai, sialnya orang yang mau kami ajak bertemu sedang tidak ada di lokasi dan tidak bisa datang di lokasi. Akhirnya kami pun balik ke perempatan Splendid.
Saya naik angkot kembali ke sekolah untuk dijemput sedangkan Ayu naik angkot pulang. Dan itu sudah dalam keadaan basah kuyup.
Ketika turun dari angkot, masih dalam keadaan hujan, saya pun jalan sendirian dari De Liv menuju sekolah tanpa payung dan basah kuyup. Sesampainya di Lawu, ada anak-anak basket. Saya mencari-cari seseorang, dan ternyata dia sudah pulang. Astagaaa... eman sumpah. Wes hujan-hujan, ternyata gak ketemu lagi :3
Setelah itu saya mencoba menghubungi orangtua saya untuk meminta dijemput. Dan ternyataaaaaaa... orangtua saya tidak ada yang bisa menjemput. Sumpah sial. Akhirnya saya menunggu hujan agak reda dan pulang sendiri dengan menaiki angkot.
Sesampainya di depan gang rumah saya, saya turun dari angkot. Seketika itu juga, hujan turun deras lagi. Alamaaaak sudah basah tambah basah pula. Larilah saya masuk gang dan menuju rumah saya. Akhirnyaaa sampai. Alhamdulillah..
Tak lama kemudian, mama saya mengetahui bahwa saya pulang dalm keadaan basah kuyup dan baju yang keluar semua. Mama pun menyuruh saya untuk mencuci pakaian itu sendirian. Karena memang besok baju ini dipakai lagi. Okelah, baru pulang langsung nyuci. Hadeeeeh.
Setelah selesai mencuci dan menjemur baju tadi, saya pun mandi. Selesai mandi, saya melihat setumpuk piring kotor yang 'WOW' sudah numpuk buuuuaaannyyyaaak. Berhubung mama saya agak gak enak badan, saya cuci dah tuh piring-piring. Kemudian, saya pun duduk. Karena amat sangat capek banget nemen sekali.
Dan pada malam harinya, terasa sudah pegal-pegal di pundak dan pusing yang amat sangat di kepala disertai suhu tubuh saya yang panas. Saya sakit.
Sekian cerita yang gak penting sekali. Dan terima kasih sudah membaca.
Wassalamualaikum wr. wb.

Sabtu, 17 Desember 2011

Sabtu, 17 Desember 2011

Assalamu'alaikum wr.wb.
Mau cerita lagi. Jangan bosen bacanya yah :p
Oke, hari ini sepulang sekolah, saya, Niar, dan Dhani pergi ke suatu tempat untuk menyewa kostum theater. Keliatan banget tuh dari awal berangkat sampai waktu milih-milih kostum, si Dhani, koordinator theater pentas seni kelas 9I sudah menunjukkan ekspresi was-was. Menurut saya, dia takut harganya kemahalan. Hahaha. Dan ternyata setelah dia tanya kepada ibu penyewa kostum-kostum tersebut, terlihat sekali kelegaan di wajahnya. Karena yang diperkirakan kostum habis sekitar 400ribu, ternyata cuma 115rb. Keren kaaan...
Kemudian, perjalanan di lanjutkan ke rumah salah satu personil 9I, Daniel Ryko Andaru alias Ryko. Dalam perjalanan ke sana, Dhani ngga ikut. Jadi saya hanya berdua indahnya dengan Niar. *buat seseorang, jangan cemburu yah. wkwk.*
Sialnya, dalam perjalanan menuju rumah Ryko, saya sedang menahan sebuah HIV alias Hasrat Ingin Vivis. Bayangkan, menahan HIV dari Senaputra sampai daerah Janti, Sukun. Ah sudahlah jangan diomongin juga. Jorok.
Kemudian, sampailah di tempat tujuan, di rumah Ryko. Tadaaaa.... Akhirnya saya dan Niar masuk. Di sana sudah ada beberapa anggota 9I juga. Ada Editya Fukata alias Tatak *atau Edit juga bisa*, Ghazi alias Penceng, Tiyas alias Pendhem, Najib, Rafi, dan satu lagi yang cemiucemiu, Intan Ayu Cahyasari alias Bayong. Setelah masuk ke rumah Ryko. Tempat pertama yang saya tuju adalah..... jengjeng.... KAMAR MANDI. Habis udah kebelet daritadi. wkwkwk.
Kemudian, setelah saya keluar dari kamar mandi, saya dan personil 9I kembali mengerjakan sesuatu untuk pentas seni tanggal 24 Desember 2011 nanti. Dan tugas saya dari dulu waktu mengerjakan mading, tetap. Sebagai TUKANG AMPLAS. Kasian sekali ya. Tapi tak apalah. Yang penting ikut kerja deh.
Sepulang dari rumah Ryko dengan naik angkot LG, saya mampir ke rumah saudara saya di daerah Klampok Kasri. Awalnya saya santai-santai saja di sana. Ketawa-ketawa sama saudara, bercanda, dan lain sebagainya. Sampai akhirnya, seoraang tersangka menyanyikan lagu-lagu yang cukup membuat saya galau.

Ini dia wajah tersangka tersebut
*Cantik yah? EMANG!*
Pada akhirnya, saya galau loooh. Terima kasih mbakku tercinta yang sudah buat saya galau -_____-
Waktu sudah menunjukkan pukul 15.30, saya pun pulang ke rumah saya sendiri. Eh, bukan. Rumah orangtua saya. Setelah mandi dan berkemas, saya pun menuju tukang urut untuk membenarkan kaki saya lagi. Berhasil. Kaki saya sudah tidak sakit lagi.
Ketika waktu menunjukkan pukul 16.00, saya pun berangkat menuju Surabaya untuk menjalankan sebuah misi. *alah apasih* Yah pokoknya saya pergi ke Surabaya dengan naik motor, untuk melakukan sesuatu. Dalam waktu yang singkat, *apaan* saya sudah sampai di Surabaya. Dan ternyata, acaranya di mulai jam 10 dan saya baru di make up sekitar jam 8. Untuk mengisi waktu, saya membuka blog dan ingin menuliskan sesuatu. Dan akhirnya, saya menuliskan cerita ga penting tentang perjalanan saya hari ini. Sekian dan terima kasih sudah membaca.
Wassalamualaikum wr.wb.

Hari yang "Sesuatu"

Assalamualaikum wr. wb.

Hari ini ngga sebaik kemarin. Kemarin aku baik-baik aja. Seneng-seneng sama temen-temen. Tapi hari ini beda. Pertama, pagi sebelum berangkat sekolah sempat tengkar sama mama. Cuman gara-gara masalah 'SERAGAM'. Hasssh... Sumpah cuma gara-gara masalah sepele kan -.-
Trus, di sekolah ngga ada sesuatu yang menyebalkan. Enak-enak aja.
Waktu pulang sekolah. Pas lagi nunggu angkot, ada anak-anak SMA pake seragam gitulah lagi jalan berempat. Karena disitu posisi aku lagi sendirian dan suasananya sepi, jujur aku takut. Habis anak-anak cowok itu ngeliatin aku dengan pandangan yang menurutku menakutkan. Nggak berapa lama, salah satu dari mereka nyamperin aku. Gilaaa... Otomatis aku ngehindar dari tuh cowok. Eh, diikutin. Berhubung aku capek dan males lari, nekad tuh aku berhenti dan bentak tuh mas-mas.
Aku : "Apaan sih mas? Ngikutin terus? Risih tau!"
Masnya : "Ngga apa sih. Cuman mau kenalan aja sama minta nomor HP."
Aku : *sial. dipikir aku cewek apaan di ajak kenalan dan minta nomor HP di pinggir jalan.* "Ngga ada nomor HP. HP ku rusak."
Masnya : "Oh, gitu. Nama kamu sapa? "
Aku : "Buat apa? Ngga penting."
Masnya : "Buat kenalan aja...."
Aku : *diem. dan berharap angkot yang ditunggu cepetan dateng.*
Ngga berapa lama, dateng juga tuh angkot yang mau aku naikin. Alhamdulillaaah... sumpah lega. Masuk dah tuh gue ke angkot. Duduk di pojokan. Setelah beberapa meter angkot nya jalan, naek dah tuh penumpang yang badannya 'WOW' duduk di sebelah ku. Yah.. alamat kejepit dah. Nasiiib nasiib..
Sampailah di tempat tujuan. Tadaaaaa.... di depan gang rumahku. Turun, bayar duit 2rb. Udah siap-siap nerima uang kembalian, ternyata tuh pak sopir jalan lagi ngga ngasih kembalian. Ah sial. Ya udahlah anggep aja amal.
Baru sampai rumah, HP bunyi.
"Assalamualaikum. Ini siapa ya?"
"Dita, dek. Latian sekarang ya. Cepetan."
GREAT. sial banget kan? baru pulang, capek, suntuk, disuruh berangkat lagi. Akhirnya berangkat juga tuh aku dengan naik angkot. Karena motor masih dalam proses perbaikan.
Latian? Fine. Lancar.
Waktu pulang, di ajak bareng sama Mbak Dita, saudaraku. Dan dia minta dianter ke daerah Dieng. Mau beli  sesuatu katanya. Okelah gaapa. Yang penting aku pulang ngga ngangkot lagi. MAHAL. Soalnya ga pake sragam.
Awal perjalanan, perasaanku udah ngga enak. Dan bener aja. Di perempatan Dieng..
BRUUAKKKK!  
Tau-tau, aku udah tiduran di pinggir jalan dan Mbak Dita? Oh serius. Dia ngga sadar alias pingsan. Setelah ditolongin sama warga sekitar, dan diantar pulang, Mbak Dita sadar dan langsung diantar ke rumahnya sendiri.
Di rumah, aku bersihin dah tuh luka-lukanya. Pertama, luka di kepala. Kecil sih. Cuma berdarah dikit. Tapi cukup membuat saya pusing. Kedua, benerin kaki. Dipanggilin tukang urut sekalian. Sempat teriak-teriak dan nangis-nangis. Tapi akhirnya sembuh.
Dan sekarang, saya sedang mengalami depresi berat karena belajar materi UAS besok yang segede gunung. *Lebay ah.
Sekian perjalanan hidup saya hari ini. Atas kesediannya untuk membaca postingan saya yang ngga penting buat kalian, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum. wr. wb.

Kamis, 15 Desember 2011

The Funniest Moment

Assalamu'alaikum wr.wb.
Oke, sekarang saya mau berbagi cerita memalukan yang terjadi hari ini. Sebelumnya saya mau mengenalkan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita ini.
Pertama, saya sendiri sebagai tokoh utama.

Kedua, sahabat saya, Intan Ayu Cahyasari

Cerita ini dimulai ketika pulang sekolah, saya dan sahabat saya tercinta, Intan Ayu Cahyasari merasa lapar. Akhirnya kami berdua jalan kaki menuju daerah Jl. Kawi untuk cari dan tentu saja beli makanan. *bukan cuma cari doang.
Setelah jalan cukup lama, si Intan merasa capek dan males jalan lagi. Di sisi lain, kami belum menemukan tempat makan yang nyaman dan... MURAH. Karena memang disitu kita cuma bawa modal dikit. Aku bawa yaaaah banyak lah... Sekitar... Rp 15.000 *ngga sekitar. emang 15 rb. nambah uang angkotlah 3rb. Trus si Intan, bawa uang sekitar Rp10.000 *nambah uang apaan gatau 2rb.
Saya sih maunya ngajak Intan ke daerah Pulosari aja. Lumayan murah loo. Satu porsi ayam ditambah nasi tambah es teh kira-kira habisnya cuma Rp10.000,00. Kalo ayamnya dua, Rp12.000,00. Nambah kentang cuma Rp15.000,00. Minta minum yang lain juga bisa. Es Jeruk Rp3.000. Es campur, Rp5.000. *malah promosi ._.v
Oke lanjut ke cerita. Si Intan, sahabatku satu itutuh bilang capek kalo jalan. Males. Gini nih katanya,
"Bebeeeeek, gendeng a kon nang Pulosari? Jauuuh capeeek. Aku diseneni mbokku.... aaaaaaaa"
Harap maklum. Saya memang di panggil bebek sama temen-temen saya. Jadi sudah biasa di teriakin sana sini dengan sebutan 'BEBEK'.
Akhirnya, dengan penuh keberanian, saya mengajak Intan ke KFC Kawi. Kami jalan dengan penuh semangat dan percaya diri bahwa uang yang kami bawa cukup untuk membeli makanan apapun yang kami mau. Setelah sampai di KFC, kami menuju tempat pemesanan makanan. Dan karena si Intan orangnya 'PENDIAM' *dalam tanda kutip*, akhirnya saya yang pesen makanan itu semua. Berikut percakapannya.

Anes   :   "Mas, mau pesen."
Masnya KFC : "Mau pesen apa, Mbak?"
Anes   : (bisik-bisik ke Intan) "Paket combo berdua yuk!" *aslinya ragu cukup gak tuh duit.
Intan   : "Yakin a, Bek?" *muka-muka ragu.
Anes   : "Nekaaaad....." (ketawa gak jelas). Mau yang combo berdua itu, Mas!"
Masnya KFC : "Paket Gocengnya?"
Anes   : "Kon seng ndi?" (nunjuk-nunjuk sok)
Intan   : "Ini ae." (melu nunjuk pisan)
Anes  : "Yang ini dua ya, Mas." (nunjuk menu)
Masnya KFC : "VCDnya, Mbak?"
Anes  : (mikir. Ini tempat jual makanan apa jual VCD ?) "Yang mana?"
Intan : "Ini ae." (milih VCD)
Masnya KFC : "Semuanya Rp63.000 Mbak."
Anes : (dalam hati) "Busseeet. Duitnya 50rb aja ga ada."  "Enggg.. adanya segiiniii maaaaaaas...." (pasang muka melas, nunjukin duit yang kira-kira jumlahnya 30rb)
Masnya KFC : "Apa ngambil uang dulu, Mbak?"
Anes : "Iya." (mikir lagi. ngambil duit dimanaa? Nyokap Bokap belum pulang. Dompet gatau dimana) "Engg.. mas. Bisa ganti pesenan gaaa?" (pasang muka melas lagi)
Masnya KFC : "Waduh, Mbak. Kalo ayamnya sih ngga apa. Tapi kalo gocengnya di buang dong." (muka ga enak)
Anes : "Gocengnya jadiiii... cuma paket combonya diganti Spaghetti 2 yaaah" (pasang muka melas lagi)
Masnya KFC : (ngelayani pake masang muka BT) "Rp 22.000,00 Mbak."
Anes : (ngeluarin duit sambil senyum lebar)

Setelah itu, sambil mencari tempat untuk duduk, si Intan minta duitnya yang 5rb. Sial. Udah tadi kagak ngebantuin ngomong di mas nya. Minta duitnya balik lagi. -.- Tapi ya sudah lah ikhlas. Namanya juga sahabat. Mau di apain lagi... *dalem hati : Awas lo besok. Gue abisin lo..*

Sesudah makanan habis, kami berdua pergi ke Taman Slamet buat nemuin pacarnya Intan, Ardi. Udeh, kalo udah ngumpul bertiga, bawaannya ketawa mulu. Trus si Ardi minta di ceritain peristiwa KFC. Malah ketawa. Sial -.-

Yah, begitulah kira-kira perjalanan hidup saya selama ini. Eh, salah. Begitulah perjalanan hidup saya hari ini. Bila ada salah kata saya minta maaf.
Wassalamualaikum wr. wb.

Senin, 05 Desember 2011

Satu Lagi Karya Bangsa Indonesia : Songket Melayu Pekanbaru Riau

Songket Melayu adalah sebuah karya seni yang indah, sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikannya. Tenunan yang lazim di sebut songket itu dalam sejarah yang panjang telah melahirkan beragam jenis motif, yang mengandung makna dan falsafah tertentu. Motif-motif yang lazimnya di angkat dari tumbuh-tumbuhan atau hewan (sebagian kecil) di kekalkan menjadi variasi-variasi yang serat dengan simbol-simbol yang mencerminkan nilai-nilai asas kepercayaan dan budaya Melayu.

Selanjutnya, ada pula sebagian adat istiadat tempatan mengatur penempatan dan pemakaian motif-motif di maksud, serta siapa saja berhak memakainya. Nilainya mengacu kepada sifat-sifat asal dari setiap benda atau makhluk yang dijadikan motif yang di padukan dengan nilai-nilai luhur agama islam. Dengan mengacu nilai-nilai luhur yang terkandung di setiap motif itulah adat resam tempatan mengatur pemakaian dan penempatannya, dan menjadi kebanggaan sehingga diwariskan secara turun temurun .

Orang tua-tua menjelaskan bahwa kearifan orang Melayu menyimak islam sekitarnya memberikan mereka peluang besar dalam memilih atau menciptakan motif. Hewan yang terkecil seperti semut, yang selalu bekerja sama mampu membuat sarang yang besar, mampu mengangkat barang-barang yang jauh lebih besar dari badannya, dan bila bertemu selalu berangkulan, memberi ilham terhadap pencintaan motif untuk mengabadikan perihal semut itu dalam motif tersebut sehingga lahirlah motif yang dinamakan motif semut beriring.

Begitu pula halnya denagn itik yang selalu berjalan beriringan dengan rukunnya melahirkan motif itik pulang petang atau itik sekawan. Hewan yang selalu memakan yang manis dan bersih (sari bunga), kemudian menyumbangkannya dengan mahkluk lain dan bentuk madu dan selalu hidup berkawan-kawan dengan damainya melahirkan pula motif lebah bergantung atau lebah bergayut.

Bunga-bungaan yang indah, wangi dan segar melahirkan motif-motif bunga yang mengandung nilai dan filsafah keluhuran dan kehalusan budi, keakraban dan kedamaian seperti corak bunga setaman, bunga berseluk daun dan lain-lain. Burung balam, yang selalu hidup rukun dengan pasangannya, melahirkan motif balam dua setengger sebagai cermin dari kerukunan hidup suami istri dan persahabatan. Ular naga, yang di mitoskan menjadi hewan perkasa penguasa samudra, melahirkan motif naga berjuang serindit mencerminkan sifat kearifan dan kebijakan. Motif puncak rebung dikaitkan dengan kesuburan dan kesabaran. Motif awan larat dikaitkan dengan kelemah-lembutan budi, kekreatifan, dan sebagainya.

Dahulu setiap pengrajin diharuskan untuk memahami makna dan falsafah yang terkandung di dalam setiap motif. Keharusan itu dimaksudkan agar mereka pribadi mampu menyerat dan menghayati nilai-nilai yang dimaksud, mampu menyebarluaskan, dan mampu pula menempatkan motif itu sesuai menurut alur dan patutnya. Karena budaya Melayu sangat ber-sebati dengan ajaran islam, inti sari ajaran itu terpateri pula dengan corak seperti bentuk segi empat dikaitkan dengan sahabat Nabi Muhammad SAW yang berempat, bentuk segi lima dikaitkan dengan rukun islam, bentuk segi enam dikaitkan dengan rukun iman, bentuk wajik dikaitkan dengan sifat Allah yang maha pemurah, bentuk bulat dikaitkan dengan sifat Allah yang maha mengetahui dan penguasa alam semesta, dan sekitarnya. Menurut orang tua Melayu Riau, makna dan falsafah di dalam setiap motif, selain dapat meningkatkan minat-minat orang untuk menggunakan motif tersebut, juga dapat menyebar-luaskan nilai-nilai ajaran agama Islam yang mereka anut, itu lah sebabnya dahulu pengrajin diajarkan membuat atau meniru corak.

Orang-orang Melayu amatlah menggemari pantun. Orang tua-tua mengatakan bahwa dengan berpantun orang lebih cepat menyimak dan mengingatkan sehingga lebih mudah mewariskannya.

Ungkapan adat mengatakan : ”di dalam pantun banyak penuntun”. selanjutnya di katakannya:
”Bertuah orang berkain songket
Coraknya banyak bukan kepalang
Petuahnya banyak bukan sedikit
Hidup mati di pegang orang”

”Kain songket tenun Melayu

Mengandung makna serta ibarat

Hidup rukun berbilang suku

Seberang kerja boleh di buat”



”Bila memakai songket bergelas

Di dalamnya ada tunjuk dan ajar

Bila berteman tulus dan ikhlas

Kemana pergi tak akan terlantar”
Khasanah songket Melayu amatlah kaya dengan motif dan serat dengan makna dan falsafahnya, yang dahulu dimanfaatkan untuk mewariskan nilai-nilai asas, adat, dan budaya tempatan. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai untuk hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya. Kearifan itulah yang menyebabkan songket terus hidup dan berkembang, serta memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Begitu banyak karya-karya indah nusantara. Sudah sepatutnya kita untuk melestarikan semuanya. Tunggu artikel berikutnya yaaa :)

Batik Sebagai Karya Bangsa Indonesia

Batik adalah sebuah karya dari negeri kita, Indonesia. Sekarang ini kata batik sudah banyak dikenal di luar negeri. Baik wanita maupun pria Indonesia dari berbagai suku, gemar memakai bahan pakaian yang dihiasi pola batik ataupun kain batiknya sendiri, yang dibuat dan digunting menurut selera masing-masing. Para turis asing ataupun pejabat-pejabat asing yang tinggal di Indonesia juga sangat gemar menggunakan batik dan sering membawanya pulang sebagai oleh-oleh. Batik adalah salah satu kesenian yang sudah menjadi budaya di Indonesia khususnya di daerah Jawa. Batik sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak jaman Majapahit. Oleh karena itu, batik sudah pasti memiliki sejarah yang menarik, baik dari arti kata, penggunaan, hingga cara pembuatannya.

Arti kata batik itu sendiri, para sarjana ahli seni rupa, belum mencapai kata sepakat tentang apa sebenarnya arti kata batik itu. Ada yang mengatakan bahwa sebutan batik berasal dari kata tik yang terdapat di dalam kata titik. Titik berarti juga tetes. Memang di dalam membuat kain batik dilakukan pula penetesan lilin di atas kain putih. Ada juga yang mencari asal kata batik di dalam sumber-sumber tertulis kuno. Menurut pendapat ini, kata batik dihubungkan dengan kata tulis atau lukis. Dengan demikian, asal mula batik dihubungkan pula dengan seni lukis dan gambar pada umumnya.”

Asal usul batik sampai sekarang masih belum jelas. Batik dapat ditemukan di berbagai negara di Asia seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka. Selain itu batik juga ditemukan di beberapa negara di Afrika. Tetapi tetap saja batik yang paling terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia.

Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Batik di Indonesia sudah ada pada Kerajaan Majapahit. Batik dahulu hanya diperuntukan untuk keluarga raja-raja saja. Seiring dengan perkembangan zaman, batik di Indonesia pun ikut berkembang menjadi kesenian yang hampir ada di seluruh wilayah Indonesia.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

A. Komponen Batik 
1. Warna
Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer. Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.
Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta. 
Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah. 
Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna). 
Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen. 
Pengelompokan Warna 
  • Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.
  • Warna kontras, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
  • Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.
  • Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna sejuk mengesankan jarak yang jauh. 
Zat Pewarna 
· Ditinjau Dari sumber diperolehnya zat warna tekstil dibedakan menjadi 2 yaitu:
a) Zat pewarna alam, diperoleh dari alam yaitu bersal dari hewan (lac dyes) ataupun tumbuhan dapat berasal dari akar, batang, daun, buah, kulit dan bunga.
b) Zat pewarna sintetis adalah zat warna buatan (zat warna kimia) .Oleh karena banyaknya Zat warna sintetis ini maka untuk pewarnaan batik harus dipilih zat warna yang:
  • Pemakaiannya dalam keadaan dingin atau jika memerlukan panas suhu proses tidak sampai melelehlan lilin.
  • Obat bantunya tidak merusak lilin dan tidak menyebabkan kesukaran kesukaran pada proses selanjutnya. 
Pengrajin-pengrajin batik telah banyak mengenal tumbuhan-tumbuhan yang dapat mewarnai bahan tekstil beberapa diantaranya adalah : daun pohon nila (indofera), kulit pohon soga tingi (ceriops candolleana arn), kayu tegeran (cudraina Javanensis), kunyit (curcuma), teh (the), akar mengkudu (morinda Citrifelia), kulit soga jambal (pelthophorum ferruginum), kesumba (bixa orelana), daun jambu biji (psidium Guajava). (Sewan Susanto,1973) 

Menurut R.H.MJ. Lemmens dan N Wulijarni-Soetjipto dalam bukunya Sumber Daya Nabati Asia Tenggara Nn.3 (tumbuhan-tumbuhan penghasil pewarna dan tannin,1999), sebagian besar warna dapat diperoleh dari produk tumbuhan, di dalam tumbuhan terdapat pigmen tumbuhan penimbul warna yang berbeda tergantung menurut struktur kimianya. Pada umumnya olongan pigmen tumbuhan adalah klorofil, karotenoid, flovonoid dan kuinon. Pewarna nabati yang digunakan untuk mewarnai tekstil dapat dikelompokkan menjadi 4 tipe menurut sifatnya : 
a) Pewarna langsung dari ikatan hydrogen dengan kelompok hidroksil dari serat; pewarna ini mudah luntur contohnya (kurkumin).
b) Pewarna asam dan basa yang masing-masing berkombinasi dengan kelompok asambasa wol dan sutra; sedangkan katun tidak dapat kekal warnanya jika diwarnai; contohnya adalah pigmen-pigmen flavonoid.
c) Pewarna lemak yang ditimbulkan kembali pada serat melalui proses redoks, pewarna ini seringkali memperlihatkan kekekalan yang istimewa terhadap cahaya dan pencucian (contohnya tarum).
d) Pewarna mordan yang dapat mewarnai tekstil yang telah diberi mordan berupa senyawa etal polivalen; pewarna ini dapat sangat kekal contohnya alizarin dan morindin.

Dalam pencelupan dengan zat warna alam pada umumnya diperlukan pengerjaan mordanting pada bahan yang akan dicelup / dicap dimana proses mordanting ini dilakukan dengan merendam bahan kedalam garam-garam logam, seperti aluminium, besi, timah atau krom. Zat-zat mordan ini berfungsi untuk membentuk jembatan kimia antara zat warna alam dengan serat sehingga afinitas zat warna meningkat terhadap serat. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian perubahan sifat fisika dan kimia kain sutera akibat pewarna alami kulit akar mengkudu yang dilakukan Tiani Hamid dan Dasep mukhlis (2005) menunjukkan bahwa penggunaan mordan dapat mengurangi kelunturan warna kain terhadap pengaruh pencucian. Hal ini menunjukkan senyawa mordan mampu mengikat warna sehingga tidak mudah luntur. 

2. Garis
Garis adalah suatu hasil goresan di atas permukaan benda/bidang gambar. Menurut bentuknya garis dapat dibedakan sebagai berikut: 
  • Garis lurus (tegak lurus, horizontal, dan condong) 
  • Garis lengkung 
  • Garis putus-putus 
  • Garis gelombang
  • Garis Zig-Zag
  • Garis Imaginatif 
B. Perlengkapan Membatik
Perlengkapan orang membatik tidak banyak mengalami perubahan dari dahulu sampai sekarang. Dilihat dari peralatan dan cara mengerjakannya membatik dapat digolongkan sebagai suatu kerja yang bersifat tradisionil.
1. Gawangan
Gawangan adalah perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan dibuat dari bahan kayu, atau bamboo. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa, sehingga mudah dipindah-pindah, tetapi harus kuat dan ringan.

2. Bandul
Bandul dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang dikantongi. Fungsi pokok bandul adalah untuk menahan mori yang baru dibatik agar tidak mudah tergesar tertiup angin, atau tarikan si pembantik secara tidak sengaja.

3. Wajan
Wajan ialah perkakas untuk mencairkan “malam”. Wajan dibuat dari logam baja, atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat lain.

4. Kompor
Kompor adalah alat untuk membuat api. Kompor yang biasa digunakanadalah kompor dengan bahan bakar minyak.

5. Taplak
Taplak ialah kain untuk menutup paha si pembantik supaya tidak kena tetesan “malam” panas sewaktu canting ditiup, atau waktu membatik.

6. Saringan “malam”
Saringan ialah alat untuk menyaring “malam” panas yang banyak kotorannya. Jika “malam” disaring, maka kotoran dapat dibuang sehingga tidak mengganggu jalannya “malam” pada cucuk canting sewaktu dipergunakan untuk membatik.

7. Canting
Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan. Canting untuk membatik adalah alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya. Canting ini dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan lilin. Sebelum bahan plastik banyak dipakai sebagai perlengkapan rumah tangga, canting yang terbuat dari tempurung kelapa banyak dipakai sebagai salah satu perlengkapan dapur sebagai gayung. Dewasa ini canting tempurung kelapa sudah jarang terlihat lagi karena digantikan bahan lain seperti plastik. Canting untuk membatikpun perlahan digantikan dengan teflon.

8. Mori
Mori adalah bahan baku batik dari katun. Kwalitet mori bermacam-macam, dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan.
Mori yang dibutuhkan sesuai dengan panjang pendeknya kain yang dikehendaki. Ukuran panjang pendeknya mori biasanya tidak menurut standar yang pasti, tetapi dengan ukuran tradisionil. Ukuran tradisionil tersebut dinamakan “kacu”. Kacu ialah sapu tangan, biasanya berbentuk bujur sangkar. Maka yang disebut “sekacu” ialah ukuran perseginya mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. Jadi panjang sekacu dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lain.

9. Lilin (“Malam”)
Lilin atau “malam” ialah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebenarnya “malam” tidak habis (hilang), karena akhirnya diambil kembali pada proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. “malam” yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam atau lilin biasa. Malam untuk membatik bersifat cepat menyerap pada kain tetapi dapat dengan mudah lepas ketika proses pelorotan.

10. Pola
Pola ialah suatu motif batik dalam mori ukuran tertentu sebagai contoh motif batik yang akan dibuat.
Ukuran pola ada dua macam. Pola A ialah pola yang panjangnya selebar mori. Pola B ialah pola yang panjangnya sepertiga mori, atau sepertiga panjang pola A. jika pola A 1/4 kacu, ola B 1/12 kacu; Pola A ½ kacu, pola B 1/6 kacu. Yang dimaksud pola ¼, ½ atau 1/3 kacu ialah lebar pola 1/4, ½, atau 1/3 ukuran sebuah sisi sekacu mori. Tetapi ukuran pola A dan B sering tidak seperti yang dikatakan di atas, karena masing-masing tidak digunakan dalam selembar mori, atau karena ukuran lebar mori tidak selalu sama.

C. Jenis-Jenis Batik
1. Batik Pecinan / Cina
Bangsa Cina sudah lama dikenal sebagai bangsa perantau. Mereka juga dikenal teguh dalam melestarikan adat budaya leluhurnya. Biasanya di negeri perantauan mereka memadukan budaya mereka dengan budaya lokal sebagai bentuk akulturasi budaya. Begitu juga yang terjadi di Indonesia khususnya pada batik. Keturunan dari para perantau Cina di Indonesia biasanya memproduksi batik untuk komunitas sendiri atau juga diperdagangkan. Batik produksi mereka yang disebut Batik Pecinan memiliki ciri khas warnanya cukup variatif dan cerah, dalam selembar kain banyak menampilkan bermacam warna. 
Motif yang digunakan banyak memasukkan unsur budaya Cina seperti motif burung Hong atau merak, dan Naga. Biasanya pola batik Pecinan lebih rumit dan halus. Pada jaman dahulu Batik Pecinan yang berbentuk sarung dipadukan dengan Kebaya Encim sebagai busana khas para wanita keturunan Cina di Indonesia. Di Pekalongan yang terkenal memproduksi Batik Pecinan salah satunya ialah Tan Tjie Hou.

2. Batik Belanda
Pada zaman penjajahan Belanda tentunya banyak warga Belanda yang tinggal dan menetap di Indonesia. Mereka ternyata tertarik juga dengan budaya lokal. Sama seperti warga keturunan Cina, warga keturunan Belanda banyak juga yang membuat dan memproduksi batik. Batik yang dihasilkan warga keturunan Belanda ini mempunyai ciri khas tersendiri. Motif yang digunakan kebanyakan bunga-bunga yang banyak terdapat di Eropa seperti Tulip dan motif tokoh-tokoh cerita dongeng terkenal di sana. Batik model ini sangat disukai di Eropa. Tokoh yang terkenal membuat Batik Belanda di Pekalongan yaitu Van Zuylen dan J.Jans. Karya-karya mereka mendominasi pada abad 20 silam.

3. Batik Rifa’iyah
Batik jenis ini mendapat pengaruh Islam yang kuat. Dalam budaya Islam motif-motif yang berhubungan dengan benda bernyawa tidak boleh digambarkan sama persis sesuai aslinya. Sesuai hal itu corak dalam batik rifa’iyah terutama yang mengenai motif hewan terlihat kepalanya terpotong. Karena dalam ajaran Islam semua wujud binatang sembelihan yang dihalalkan harus dipotong kepalanya. Biasanya warga keturunan Arab memproduksi batik jenis ini.

4. Batik Pengaruh Kraton
Pembuat batik di Pekalongan sering membuat batik yang motifnya merupakan ciri khas dari Batik Kraton Yogyakarta ataupun Surakarta. Motif gaya kraton yang biasanya di pakai yaitu semen, cuwiri, parang dll. Walaupun bermotif pengaruh kraton tetapi teknik pembuatan dan pewarnaanya dengan gaya Pekalongan. Sehingga lebih unik dan menarik. Perlu diketahui gaya Pekalongan adalah gaya Pesisiran jadi lebih bebas dan banyak mendapat berbagai pengaruh dari luar

5. Batik Jawa Baru
Di produksi sesudah era batik Jawa Hokokay. Dalam Batik Jawa Baru motif dan warna yang ada pada era batik Jawa Hokokay lebih disederhanakan, tetapi masih berciri khas pagi sore tanpa tumpal. Kebanyakan menggunakan motif rangkaian bunga dan lung-lungan

6. Batik Jlamprang
Motif-motif Jlamprang atau di Yogyakarta dengan nama Nitik adalah salah satu batik yang cukup popular diproduksi di daerah Krapyak Pekalongan. Batik ini merupakan pengembangan dari motif kain Potola dari India yang berbentuk geometris kadang berbentuk bintang atau mata angin dan menggunakan ranting yang ujungnya berbentuk segi empat. Batik Jlamprang ini diabadikan menjadi salah satu jalan di Pekalongan.

7. Batik Terang Bulan
Suatu desain batik dimana ornamennya hanya di bagian bawah saja baik itu berupa lung-lungan atau berupa ornamen pasung atasnya kosong atau berupa titik-titik. Batik Terang Bulan ini disebut juga Gedong atau Ram-raman.

8. Batik Cap Kombinasi Tulis
Batik kombinasi tulis sebenarnya batik cap di mana proses kedua atau sebelum disoga direntes atau dirining oleh pembatik tulis sehingga batik kelihatan seperti ditulis. Hal ini dilakukan untuk mempercepat produksi batik dan keseragaman.

9. Batik Tiga Negeri Pekalongan
Seperti halnya batik-batik negara lain dimana dalam satu kain terdapat warna merah biru soga yang semua dibuat di Pekalongan terkadang warna biru diganti ungu dan hijau.

10. Sogan Pekalongan
Batik dengan proses dua kali dimana proses pertama latar putih kadang ada coletan, dan untuk proses kedua batik ditanahi penuh atau ornamen plataran berupa titik halus baru setelah itu disoga. Batik Soga terlihat klasik

11. Tribusana
Merupakan batik gaya baru dimana cara pembuatan proses kedua direntas atau riningan dan kebanyakan motif-motif nya lung-lungan lanjuran. Batik Tribusana ini ada yang tahunan dan polos.

12. Batik Pangan / Petani
Batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah dikala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai daerah masing –masing dan batik ini dikerjakan secara tidak professional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.

13. Coletan
Dimana dalam suatu kain batik pewarnaan di sebagian tempat menggunakan sistem colet dengan kuas dan untuk pencelupan hanya sekali kecuali warna soga, warna –warna lain menggunakan colet.

14. Batik Kemodelan
Adalah batik-batik klasik baik itu dari gaya Yogya maupun Solo, dibuat dengan komposisi baru dengan pewarnaan Pekalongan dan kelihatan modern. Hal ini sangat popular di era zaman Soekarno untuk membuat batik Yogya dan Solo untuk ditambahi warna.

15. Batik Osdekan
Dalam suatu kain batik akan timbul satu warna akan dibatik lagi terus ditimpa dengan warna lagi baik itu berupa warna tua muda atau warna lain, hal ini membuat warna batik lebih hidup dan seperti ada baying –bayang.

16. Batik Modern
Batik yang dalam prosesnya terutama dalam pewarnaan menggunakan sistem baru yang biasanya dalam pencelupan sekarang menggunakan sistem lain baik tu berupa gradasi, urat kayu maupun rintang broklat. Motif –motif ini adalah motif baru yang berhubungan dengan estetika. Komposisi gaya bebas batik ini popular di era tahun 80 an.

17. Batik Kontemporer
Suatu batik yang tidak lazim kelihatan batik, tetapi masih menggunakan proses pembuatannya sama seperti membuat batik.

18. Batik Cap.
Batik yang pembuatannya menggunakan alat beebentuk cap atau stamp baik itu proses coletan maupun keliran.

Minggu, 04 Desember 2011

Dampak Masuknya Kebudayaan Asing Terhadap Kebudayaan Asli Indonesia

Tau nggak arti kebudayaan? Kebudayaan adalah suatu unsur yang tidak bisa dipisahkan dari manusia yang sudah tertanam di masyarakat dan sudah ada sejak nenek moyang serta diwariskan secara turun temurun dan diyakini oleh masyarakat sebagai tiang kehidupan.
Unsur-unsur budaya secara umum ada tujuh, yaitu :
  1. Agama (Religi).Di Indonesia, terdapat berbagai macam agama, seperti Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan lain-lain. Dan antaragama, harus saling menghargai dan menghormati.
  2. Mata pencaharian. Mata pencaharian masyarakat Indonesia sangat beragam dan banyak sekali bidangnya, seperti di bidang ekonomi ada nelayan, pedagang, dan lain sebagainya.
  3. Sistem ekonomi. Sistem ekonomi yang dilaksanakan di Indonesia adalah sistem ekonomi demokrasi.
  4. Kesenian (budaya). Kesenian atau budaya di Indonesia sangat beragam, seperti Tari Remo dari Ponorogo, gamelan atau karawitan dari Jawa, ondel-ondel dari Betawi, dan sebagainya.
  5. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia berkembang mengikuti zaman dan penemuan-penemuan baru.
  6. Cara hidup. Cara hidup masyarakat Indonesia adalah gotong royong, saling menghargai dan menghormati.
  7. Bahasa. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sangat beragam sesuai daerahnya masing-masing, namun tetap memiliki bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. 
Indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan. Seperti kesenian dari berbagai suku bangsa, budaya-budaya negatif dan positif dari cara hidup, dan masih banyak lagi. Contoh-contoh budaya negatif yaitu budaya meremehkan waktu, budaya melanggar peraturan dengan sengaja, dan lain sebagainya. Kesenian khas daerah yang ada di Indonesia juga beragam, seperti tari-tarian, musik, alat musik, rumah adat, dan senjata adat yang khas dari masing-masing suku bangsa di Indonesia. 

Masuknya kebudayaan asing ke Indonesia menimbulkan dampak-dampak positif sebagai berikut.
  1. Dapat menyebabkan terjadinya asimilasi dan akulturasi.
  2. Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku bangsa-bangsa yang maju sehingga mampu mendorong untuk lebih baik lagi dan maju seperti masyarakat bangsa asing.
  3. Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan bangsa Indonesia ke luar negeri.
  4. Rakyat Indonesia mendapat ilmu pengetahuan, informasi dan wawasan tentang kebudayaan di luar negeri.
  5. IPTEK berkembang dengan cepat.
  6. Dapat mencontoh budaya asing yang positif, seperti tepat waktu, taat pada aturan yang berlaku, dan sebagainya.
Selain dampak positif, masuknya kebudayaan asing dapat menimbulkan dampak negatif, seperti :
  1. Budaya asing lebih mudah diserap dan ditiru oleh masyarakat baik tua maupun muda, dan kebanyakan yang ditiru adalah perilaku yang buruk dan tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia.
  2. Dapat menyebabkan hilangnya suatu kebudayaan asli yang merupakan jati diri bangsa karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dengan kebudayaan dari luar, bisa juga karena memang tidak ada generasi penerus yang melestarikan budaya tersebut.
  3. Mudah terpengaruh oleh hal yang berhubungan dengan kebudayaan luar. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karena perilakunya banyak meniru budaya luar.
  4. Menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain.
  5. Mengurangi rasa cinta pada tanah air.
  6. Hilangnya sikap patriotisme pada generasi muda.
Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa namun masyarakat Indonesia harus tetap menjaga agar budaya asli bangsa Indonesia tidak luntur. Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah antara lain sebagai berikut. 
  • Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
  • Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  • Melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya.
  • Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
  • Meniru hal-hal positif dari kebudayaan asing dan mebuang hal-hal negatif dari kebudayaan asing tersebut. 
Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negaranya.

Selasa, 29 November 2011

Move On ?

Move on. Banyak remaja-remaja sekarang yang nyebut-nyebut kata itu. Sekarang apa sih maksud dari kata "MOVE ON" buat para remaja?
Jadi, maksud dari move on menurut aku, itu Melupakan semua hal yang menyakitkan dari seseorang dan nggak akan inget-inget lagi hal-hal yang membuat kita sakit. Trus lanjutkan hidup tanpa ada bayangan-bayangan menyakitkan dari seseorang tersebut.
Ada beberapa tips dari aku buat kalian. Tips yang pertama, "Kalian gak perlu sedih terlalu lama." Perasaan sedih, marah, dan rasa menyesal memang suatu komponen alami dari yang namanya berduka, tapi kalian bisa melewatinya kok. Yang penting jangan terpaku sama mantan kamu, atau orang yang udah buat kamu sakit hati.
"Manfaat utama dari putus dengan mantan adalah menyingkirkan emosional yang terus menempel dalam diri kita. Menghindari tetap berhubungan selama fase penyembuhan adalah cara terbaik untuk membuat mereka keluar dari pikiran, sehingga kamu bisa terus maju,"

Tips yang kedua adalah "Mencoba lebih mengenali diri sendiri dan membiasakan hidup sendiri tanpa beban dari masa lalu"
Setelah seseorang yang menyakiti kita benar-benar keluar dari kehidupan kita, kita akan menemukan bahwa dia mulai hilang dari pikiran dan hidup kita. Jadi, kita harus membiasakan diri kita dengan melanjutkan hidup kita tanpa dia dan berusaha mengenali diri sendiri. Maksudnya kita harus mengenal apa yang kita inginkan, apa yang kita cita-citakan, apa yang kita impikan. Kejar cita-cita tersebut sampai tercapai. Jangan dihalangi dengan pikiran-pikiran dari masa lalu itu. 
Tips yang ketiga, "Tidak tergoda status “sekadar teman”. Godaan untuk menjadikan mantan menjadi "sekadar teman" memang sangat menyakitkan buat yang baru putus cinta. Tapi jika tergoda, kita akan lebih sulit untuk sembuh dari sakit hati karena putus cinta. 
Tips keempat, "Mencari penggantinya". Meskipun mantan menjadi cinta dalam hidup kamu, kenyataannya hubungan dengannya tidak berjalan mulus karena suatu alasan. Kalau kamu menemukan diri terperangkap dalam sindrom "he is the one", perlu diingat bahwa "the one" nggak akan mematahkan hati kamu sehingga berakibat buruk bagi hubungan.
Tips selanjutnya, "Mengeluarkan sisi baik kalian sebelum memulai hubungan baru". 
Mulailah hobi atau kegiatan baru meskipun awalnya hanya untuk melupakan mantan. Kamu akan menemukan kesenangan baru sehingga bisa cepat melupakan mantan daripada tidak melakukan usaha apapun untuk melupakan mantan dan menyenangkan diri sendiri.
Jadi intinya, Move on itu mudah kok. Cukup dengan gak menjadikan luka masa lalu yang dibuat oleh seseorang menjadi beban pikiran. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk menjalankan hidup kita di masa yang akan datang. Jalani hidup kita dengan senyuman dan kebahagiaan. Tanpa memikirkan mantan kita yang telah menyakiti. Anggap saja itu angin lalu. InsyaAllah kalian bisa kok! Semangat! ;)

Cintaku Kandas Karena Sahabatku - Cerpen

            “Daraaaaa !” teriakku sambil menarik tangan Dara, sahabatku. “Eh, kenapa nih anak?” tanya Dara. “Kemarin, aku sms an sama Irfan !” kataku. “Eciyee... yang lagi seneng..” kata Dara sambil mengedipkan matanya padaku.
            Namaku Riska. Aku dan Dara sudah bersahabat sejak kami duduk di bangku SD. Sudah lama memang. Aku merasa dia sudah seperti saudaraku sendiri. Kami sangat dekat. Apapun yang terjadi padaku, aku ceritakan padanya. Dan apapun yang terjadi pada Dara, dia menceritakan ceritanya padaku.
            Selain Dara, aku juga punya sahabat yang bernama Sari. Memang kami baru saling mengenal ketika memasuki bangku SMP. Namun, dia tak kalah baiknya dengan Dara. Aku dan dia juga sudah seperti saudara. Kemana-mana saja selalu bersama. Apapun tentangku, dia mengetahuinya. Dan apapun tentangnya, aku tahu.
            Pagi ini, aku belum melihat Sari. Padahal ada sesuatu yang ingin ku ceritakan padanya. Yap, tentang Irfan. Sudah beberapa minggu ini, aku mulai merasakan ada sesuatu yang membuat aku jadi sayang sama Irfan. Karena kelucuan dan kepandaiannya dalam bermain basket, aku jadi tertarik dengan dia. Hanya saja, sampai detik ini aku belum tahu apakah dia merasakan hal yang sama atau tidak. Yah.. semoga saja dia juga merasakan hal yang sama.
            Tidak lama kemudian, Sari datang. Aku pun heboh menceritakan soal Irfan kepada Sari dan Dara. Dan mereka berdua tampak senang sekali melihat aku bahagia seperti ini. “Memang mereka berdua sahabat terbaikku,” kataku dalam hati.
            Setiap hari, Irfan semakin menunjukkan tanda-tanda seakan-akan dia memiliki rasa yang sama padaku. Akhir-akhir ini, dia lebih sering menghubungiku. Mulai dari basa-basi menanyakan tugas, sampai bercanda berdua. Aku merasa sangat bahagia. Semoga saja, ini berjalan selamanya. Semoga saja aku dan Irfan bisa bersatu.
            Riska, ada pr gak?
            InsyaAllah enggak ada.
            Emm. Yaudah. Makasih cantik.. :)
            Sama-sama :)
            Itu bunyi pesan singkatnya untukku. Pesan singkat yang benar-benar membuat aku “Melting”. Pesan singkat yang membuat aku salah tingkah jika membacanya. Dan hal ini ku ceritakan pada Sari dan Dara. Mereka pun ikut tertawa bahagia melihatku yang bercerita sambil salah-salah tingkah dan tiba-tiba diam saat melihat Irfan masuk ke kelas.
            Suatu hari, aku, Sari, dan Dara sedang makan di kantin sekolahku. “Ris, kamu tahu Ifa, kan?” tanya Dara padaku. “Ifa? Mantannya Irfan?” jawabku. “Iya. Aku ada info tentang dia,” kata Dara. “Apa?” tanyaku. “Ifa masih suka sama Irfan. Dia masih ngejar-ngejar Irfan,” kata Dara.
            “Hmm.. Irfan masih suka nggak?” tanyaku sambil sedikit cemas kalau saja selama ini Irfan hanya menjadikanku pelampiasan cintanya. “Nggak tau,” jawab Dara singkat. “Udah ah jangan ngomong mulu. Makan dulu tuh. Ntar aku yang ngabisin lho !” kata Sari.
            Aku pun berfikir. “Darimana Dara mendapat informasi tentang Ifa? Bukankah Dara dan Ifa tidak terlalu dekat?” ujarku dalam hati.
            Esoknya, aku menanyakan hal itu pada Dara. Ternyata, Ifa dan Dara itu teman dekat. Mereka satu kelas dalam suatu bimbingan belajar. Dan mereka berdua sering bercerita tentang orang yang mereka sayangi.
            Suatu hari, tim basket sekolahku mengikuti sebuah pertandingan melawan sekolah lain. Biasanya, aku tak pernah menonton pertandingan-pertandingan seperti itu. “Males ah!” kataku ketika ada teman yang mengajakku pergi menonton. Namun kali ini, aku bersemangat sekali ingin ikut menonton pertandingan itu. Maklum, ada Irfan yang ikut bertanding. Aku ingin memberinya semangat supaya bisa memenangkan pertandingan itu.
Pertandingan pun di mulai. Aku melihat aksi Irfan yang sangat hebat. “Irfan keren!” kataku. Tak lama kemudian, datanglah Ifa. Aku melihat Ifa dan langsung terdiam. Setahuku, Ifa tak pernah menonton pertandingan semacam ini. Dia lebih suka berkumpul dengan temannya di sekolah, atau pulang. Namun kali ini, dia datang ke pertandingan Irfan.
Aku pun mencari tempat menonton pertandingan yang letaknya sangat tersembunyi. Aku tak mau Ifa melihatku di sini, sedang menonton Irfan bertanding. Tapi, sepintar apapun aku mencari tempat untuk bersembunyi, akhirnya Ifa pun mengetahuiku.
Beberapa menit kemudian, pertandingan pun selesai. Dan sekolahku memenangkan pertandingan itu. Aku dan supporter lainnya berteriak histeris dan berjabat tangan dengan para pemain basket dari sekolahku. Termasuk Irfan. Disitu, untuk pertama kalinya dia menjabat tanganku. Aku benar-benar bahagia. Lalu ku lihat ke sekelilingku. Aku mencari Ifa. Tapi ternyata Ifa tak ada. Dia sudah pulang.
“Untung dia udah pulang,” kataku dalam hati.
Esoknya, aku menceritakan semua itu kepada Dara dan Sari. Mereka tampak terkejut saat aku mengatakan Ifa melihatku menonton pertandingan basket Irfan. Dan aku pun bercerita panjang lebar.
“Sumpah deh, kayanya aku harus ngelupain Irfan deh, Dar, Sar. Aku takut Ifa marah ke aku,” kataku.
“Hm.. tersera kamu deh. Tapi kamu cocok lho sama Irfan,” kata Sari.
Aku hanya tersenyum sinis.
Beberapa hari kemudian, saat aku sedang mendengarkan lagu favoritku, handphone ku berbunyi. Ada pesan singkat dari nomor yang tak di kenal.
            Assalamualaikum. Ini Riska ya? Aku Ifa. Aku cuma mau bilang kamu boleh kok suka sama Irfan. Aku bukan siapa-siapa Irfan. Aku cuma mantan. Aku gak berhak buat marahin dia atau ngelarang dia buat deket sama cewe lain. Aku ikhlas kok dia sama kamu. Gak usah di lupain dia. Jagain dia buat aku ya..
            Jujur aku terkejut. Darimana Ifa tahu kalau aku suka sama Irfan ? Darimana Ifa tahu bahwa aku mau melupakan Irfan ? Sedangkan aku hanya menceritakan itu semua kepada sahabat-sahabatku, Sari dan Dara. Sepertinya tidak mungkin mereka membocorkan semua rahasiaku pada Ifa.
            Keeseokan harinya, aku bertanya kepada Sari dan Dara. “Ifa tau tentang aku sama Irfan. Siapa yang ngomong?” tanyaku. “Hm.. Maaf  Ris, aku yang bilang itu semua ke Ifa. Aku kasihan lihat Ifa. Maaf..” kata Dara kemudian pergi.
            Aku tak percaya. Dara yang selama ini sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri, ternyata menghianatiku. Ternyata Dara yang menceritakan semua rahasiaku pada Ifa. Ternyata selama ini, semua ceritaku tentang Irfan, dia ceritakan pada Ifa.
            Semenjak peristiwa itu, aku dan Dara sedikit jauh. Begitu juga aku dan Irfan. Irfan menjauh. Dia tak pernah menghubungiku lagi. Mungkin dia masih mempunyai perasaan pada Ifa. Jadi, dia tak mau Ifa cemburu karena kedekatanku dengannya.
            Dan kini, aku sendiri. Hanya Sari yang bisa memberiku semangat untuk menjalani hidupku. Dara, orany yang ku percaya sudah menghianatiku. Dan akhirnya, cintaku kandas karena ulah sahabatku sendiri.
Selamat datang, Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa follow blog ini ya :)